
Salah satu korban yang dinyatakan meninggal dunia usai tersambar petir
LAMANPUBLIK.ID, KONAWE – Musibah tragis terjadi di Lapangan Sepak Bola Desa Morosi, Kecamatan Morosi, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra) ketika dua warga meninggal dunia setelah tersambar petir, Senin (17/11/2025).
Korban diketahui bernama Mohammad Daksir Bahar (47), warga Kota Kendari, dan Asep Junaedi (27), warga Desa Morosi. Keduanya dievakuasi oleh warga dan personel Polsek Bondoala ke RS Bhayangkara Kendari, namun dinyatakan meninggal dunia oleh tim medis.
Kedua korban sedang bermain sepak bola bersama warga lainnya. Dalam kondisi cuaca yang gerimis dan mendung pekat, kilatan petir tiba-tiba menyambar dan mengenai kedua korban. Warga yang berada di lapangan segera memberikan pertolongan dan mengevakuasi korban menggunakan mobil milik warga ke RS Bhayangkara Kota Kendari. Sesampainya di rumah sakit, kedua korban dinyatakan meninggal dunia oleh tim medis.
Kapolsek Bondoala Iptu Muh. Heder Payapo, S.Pd., M.H. bersama personelnya yang pada saat itu berada di rumah Kepala Desa Morosi segera mendatangi TKP dan turut membantu membawa para korban ke rumah sakit.
Polsek Bondoala bersama Polres Konawe telah melaksanakan langkah-langkah cepat, Melakukan pemeriksaan dan pengamanan TKP. Mengevakuasi korban ke RS Bhayangkara Kota Kendari. Membuat laporan kejadian serta koordinasi lanjutan.

Pihak keluarga korban menolak dilakukan autopsi dengan alasan menerima kejadian tersebut sebagai musibah.
Kapolres Konawe AKBP Noer Alam, S.I.K. menyampaikan turut berduka cita yang sedalam-dalamnya kepada keluarga korban dan berharap mereka diberikan ketabahan.
Beliau juga mengeluarkan imbauan kepada masyarakat:
“Kami mengimbau seluruh masyarakat Kabupaten Konawe agar lebih berhati-hati dan menghindari aktivitas di ruang terbuka ketika cuaca sedang mendung, gerimis, ataupun terdengar suara guntur. Keselamatan jiwa adalah yang utama,” jelasnya.
Kapolres menambahkan bahwa masyarakat perlu lebih peka terhadap tanda-tanda cuaca ekstrem yang berpotensi menimbulkan sambaran petir.
“Hentikan kegiatan olahraga atau aktivitas lain di lapangan terbuka saat cuaca tidak stabil. Jangan berteduh di bawah pohon atau tiang listrik ketika hujan disertai petir. Segera cari tempat berlindung yang aman,” ujarnya.
Beliau juga meminta pemerintah desa, tokoh masyarakat, serta pengelola fasilitas umum untuk:
Mengedukasi warga tentang bahaya petir. Menyediakan tempat perlindungan yang aman di area publik. Cepat berkoordinasi dengan pihak kepolisian atau perangkat desa bila terjadi keadaan darurat.
“Kami berharap kejadian ini menjadi pengingat bagi kita semua untuk lebih waspada. Apabila terjadi situasi darurat, segera hubungi kantor polisi terdekat untuk mendapatkan bantuan,” tutupnya.
Laporan: Redaksi




